Jendral Djoko Susilo Menjadi Tersangka Kasus Simulator Uji SIM

JayaPosNews 01/08/2012

Jendral Djoko Susilo Menjadi Tersangka Kasus Simulator Uji SIM

Gubernur Akademi Kepolisian Semarang Inspektur Jenderal Djoko Susilo enggan mengomentari penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kendaraan simulator uji surat izin mengemudi.
"Nanti saja," kata Djoko singkat saat ditemui di depan Gedung Tribrata Utama kompleks Akpol Semarang, di Semarang, Selasa.
Mantan Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri tersebut kemudian langsung masuk ke mobil Mitsubishi Pajero hitam bernomor polisi H 7031 dan langsung meninggalkan lokasi.
Saat dihubungi telepon selulernya, terdengar nada sambung namun tidak diangkat oleh Irjen Djoko Susilo.
Djoko ditemui usai mengikuti rapat dengan sejumlah pejabat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Semarang untuk membahas rencana kawasan Akpol Semarang menjadi salah satu destinasi wisata di Ibukota Jawa Tengah.
Komisi Pemberantasan Korupsi telah menemukan setidaknya dua alat bukti yang kuat untuk menetapkan Irjen Djoko Susilo sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kendaraan simulator uji SIM.
Penyidik KPK menemukan barang bukti, termasuk bukti aliran dana korupsi proyek tersebut yang mengarah pada pejabat Polri setelah KPK menggeledah Gedung Korps Lalu Lintas Mabes Polri.
Irjen Djoko Susilo diduga telah menerima suap Rp 2 miliar dari proyek senilai Rp 196,87 miliar ketika menjabat sebagai Kepala Korlantas Mabes Polri.


JayaPosNews 07/05/2012
Imigrasi Tangkap 149 WNA Tanpa Dokumen
Direktorat Jendral (Ditjen) Imigrasi pada kementrian Hukum dan ham, Senin (13/2) pagi menangkap 149 warga negara asing (WNA) karena tidak bisa menunjukan dokumen keimigrasian yang sah. Menurut Kabag Humas dan TU Ditjen Imigrasi Maryoto Sumadi kepada JPN baru baru ini ,penangkapan terhadap WNA yang tidak punya dokumen di cisarua, bogor Jawa Barat adalah dalam rangka operasi penegakan hukum keimigrasian.
Dikatakannya, operasi yang berlangsung sejak pukul 06.00 WIB dilaksanakan Tim terpadu yang terdiri dari Ditjen Imigrasi, kantor Imigrasi Bogor, Rudenim DKI Jakarta dengan melibatkan aparat pemerintah Kabupaten Bogor.Operasi penegakan hukum keimigrasian ini, kata Maryoto, pimpin Direktur penyidikan dan Direktur Intelejen pada Ditjen Imigrasi.Adapun ke 149 WNA yang ditangkap karena tidak memiliki dokumen sah langsung diangkut dengan menggunakan bus ke kantor pusat Ditjen Imigrasi untuk dilakukan pemeriksaan.
Dalam operasi penegakan hukum keimigrasian itu kebanyakan WNA yang di tangkap berasal dari Afganistan yaitu 99 orang, kemudian somalia 44 orang, pakistan tiga orang.
Sementara sisanya masing-masing satu orang yaitu WN Sudan, Siria dan Macao.
Ditjen Imigrasi sendiri beberapa hari lalu mendeportasi 134 WN Iran yang terdampar di perairan Cipatujah, Tasikmalaya,Jawa Barat. Mereka dideportasi kembali ke negaranya dengan mengunakan pesawat Emirat karena dianggap melanggar pasal 133 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Imigrasi.
Mereka dianggap melanggar pasal tersebut karena keluar wilayah Indonesia tanpa melalui pejabat imigrasi di tempat Pemeriksaan Imigrasi atau TPI" kata Maryoto.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Pers Nasional Di Dalam Perkembangan Zaman

Wisuda Ke-11 dan Dies Natalis Ke-14 Universitas Bung Karno Terlaksana Meriah